Pemberian zat pengatur tumbuh juga sangat menentukan keberhasilan budidaya secara kultur jaringan. Dalam medium kultur jaringan komponen zat pengatur tumbuh sangat berperan penting dalam proses pertumbuhan, diferensiasi dan organogenesis. Organogenesis adalah proses terbentuknya organ tunas dan akar.
Dikenal lima golongan zat pengatur tumbuh tanaman antara lain ; auksin, sitokinin, giberelin, asam absisat dan etilen. Dari kelima zat pengatur tumbuh tanaman itu memberi pengaruh yang berbeda dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman, yaitu ; berpengaruh menghambat pertumbuhan dan berpengaruh merangsang pertumbuhan (Barden, 1987).